Banyak penulis baru yang belum tahu bagaimana cara mengirim naskah ke penerbit. Akibatnya mereka seperti "terbang buta" saat menjelajahi dunia penerbitan. Padahal pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari saat mengirim naskah merupakan salah satu pengetahuan paling mendasar jika seorang penulis ingin meraih kesuksesan.
Berikut merupakan hal-hal yang harus dilakukan dan harus dihindari oleh seorang penulis ketika hendak mengirimkan naskah tulisannya ke penerbit.
Perlakukan naskah Anda dengan baik
Kalau ingin naskah Anda dihargai oleh Editor penerbit, Anda sendiri pun harus menghargainya. Ini artinya, Anda wajib mengirimkan naskah yang sudah rapi ke penerbit. Bukan naskah yang baru jadi lalu buru-buru dikirimkan tanpa melalui sproses self editing. Ingat!, Editor pasti mengetahui mana penulis yang menghargai naskahnya sendiri dan mana yang tidak.
Memang mustahil menghafal seluruh isi KBBI untuk memenuhi kaidah penulisan kata yang benar, ataupun EYD yang benar. Tapi paling tidak, jangan sampai naskah Anda penuh dengan kesalahan ketik dan tata bahasa. Bersahabatlah dengan buku EYD, KBBI (Edisi terbaru), dan tesaurus
Kirim naskah Anda sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang diminta penerbit
Untuk itu sebelum mengirim naskah sangat disarankan untuk mencermati Syarat dan ketentuan pengiriman naskah yang diminta oleh penerbit. Syarat dan Ketentuan ini biasanya meliputi format kertas, jenis font, ukuran font, dan lain-lain yang bersifat teknis. Ini akan memudahkan penerbit saat akan melay-out naskah Anda.
Baca juga : Panduan Pengiriman Naskah
Sertakan biodata (alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi) dan sinopsis
Sertakan biodata (alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi) dan sinopsis serta keunggulan naskah Anda. Ini penting agar penerbit dapat dengan mudah menghubungi Anda jika ada hal-hal yang perlu didiskusikan.
Catat setiap naskah yang pernah Anda kirim
Catat setiap naskah yang pernah Anda kirim agar tidak lupa.Misalnya, tanggal, bulan, tahun berapa Anda mengirim naskah A ke penerbit A. Ini agar Anda tahu kapan ketika harus menanyakan status naskah yang Anda kirim jika penerbit belum juga menghubungi Anda. Dan, juga agar Anda tahu pasti ke penerbit mana Anda akan menanyakannya..
Ini untuk menghindari kesalahan konyol dan memalukan ketika Anda menanyakan naskah ke penerbit B, padahal Anda mengirimkannya ke penerbit A. Kesalahan ini tampaknya memang sepele namun bisa berakibat berat yaitu jatuhnya kredibilitas Anda di mata penerbit.
Lazimnya, penerbit akan memberi kabar soal keputusan terbit dalam waktu 1 minggu sampai 6 bulan. Jika di bulan ketiga Anda belum dapat kabar, Anda dapat menelepon sekretaris redaksi penerbit yang bersangkutan untuk menanyakan status naskah Anda. Jika Editor mengatakan sedang dibaca, telepon lagi 2 minggu kemudian. Jangan pernah menelepon/menanyakannya setiap hari. Itu akan mengganggu kerja Editor dan naskah Anda bisa saja akan berakhir di tempat sampah.
Jangan mengirim naskah yang sama pada waktu bersamaan di dua penerbit sekaligus
Selain tidak etis, ini menunjukkan kalau Anda serakah. Jika naskah Anda ternyata bagus dan kedua penerbit ingin menerbitkannya, maka Anda terpaksa harus memilih salah satunya dan mengirim surat penarikan ke penerbit yang lain. Namun, terkadang ada hal-hal di luar perkiraan. Misalnya, ternyata surat penarikan Anda tidak sampai ke penerbit yang dimaksud, akibatnya pasti akan menimbulkan masalah serius di kemudian hari.
Lagi pula, dengan sikap seperti itu, penerbit yang Anda “sisihkan” mungkin saja mengetahui alasan penolakan Anda dan tidak terima dipermainkan. Akibatya Anda akan langsung dimasukkan ke daftar hitam mereka. Sebaiknya Anda tunggu saja, kalau penerbit A menolak naskah Anda, langsung perbaiki dan kirim ke penerbit lain yang sesuai.
Jangan caper sama editor di media sosial
Jangan kelewat sibuk menanyakan status naskah Anda kepada Editor. Apalagi jika Anda menanyakannya di media sosial misalnya Facebook, Twitter atau Instagram yang bisa dibaca orang lain. Jika Anda tahu email/WA/nomor kontak Editor Anda, sebaiknya Anda menanyakannya lewat jalur pribadi saja.
Repot-repot menghias naskah agar tampak “beda”
Tidak usah repot-repot menghiasi naskah Anda dengan berbagai macam dekorasi yang tidak perlu misalnya dicetak di atas kertas berwarna atau digambari satu per satu. Penerbit membutuhkan naskah, bukan surat cinta. Tulis surat pengantar naskahmu dengan lugas dan jelas.
Sharing setiap pembicaraan/surat/update dari penerbit
Jangan selalu sharing setiap pembicaraan/surat/update dari penerbit soal naskahmu di media sosial.
Woles saja dulu, sampai naskah Anda benar-benar diterbitkan. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Siapa tahu tidak jadi terbit di penerbit yang sudah Anda gembar-gemborkan. Maksud hati mau promo dan berbagi kesenangan dengan yang lainnya, tidak tahunya malah batal terbit. Lagi pula, surat dari penerbit itu ditujukan kepada Anda, bukan untuk konsumsi orang banyak.
PS: Ini tips teknis penulisan naskah. Ketika mengetik naskah, buat paragraf dengan menggunakan fitur paragraph layout, jangan memakai tab, karena ini akan menyulitkan layouter kelak ketika menyeting naskah Anda. Contohnya seperti yang dibawah ini:







Tidak ada komentar:
Posting Komentar