Home Ads

Kamis, 03 Oktober 2019

5 Alasan Naskah Langsung Ditolak Penerbit

rejected

Ketika naskah sudah rampung Anda susun dan Anda pun mengetikkan kata Tamat, Selesai, End, atau Finish, tentu betapa leganya perasaan Anda. Segala perjuangan, usaha berbulan-bulan, perahan keringat, pikiran, yang Anda curahkan dengan segala daya berharap segera terbayar. Dan Anda ingin selekasnya pergi untuk menemui penerbit yang bersedia menerbitkannya.

Setelah merasa segala sesuatu yang penting terpenuhi dan persyaratan lengkap, Anda terbangkan naskah tersebut ke meja masing-masing redaksi. Sekali lagi berharap usulan naskah Anda, diterima, kemudian diterbitkan, dan semoga, menjadi salah satu dari sekian banyak daftar buku Best Seller.

Namun, tahukah Anda, Editor yang adalah orang pertama yang mengetahui dan dengan mudahnya menolak naskah Anda jika Anda sengaja maupun tanpa sengaja melakukan 5 hal keliru dibawah ini.

1. Anda belum selesai menulis naskah

Selesai menulis naskah hanyalah satu hal. Bisa jadi naskah Anda tidak menarik secara keseluruhan. Atau sederhananya naskah yang buruk. Kualifikasi baik-buruk naskah memang sangat subyektif. Namun, satu dari kesamaan dari semua judul buku yang dianggap sebagai buku bagus adalah keseluruhan cerita dianggap enak dibaca, logikanya padu dan masuk di akal (bahkan untuk cerita  bergenre Fiksi Sains atau Supranatural!), dan terutama dari cara Anda berkisah mengalir lancar dari awal sampai akhir.

Walaupun kebanyakan naskah yang masuk ke meja redaksi bukanlah naskah yang 100% sempurna. Editor pasti akan melakukan perubahan, perbaikan, bahkan bila perlu perombakan. Tapi setidaknya berilah harapan pada Editor yang membacanya pertama kali, bahwa naskah Anda tidaklah jelek-jelek amat. Kalau bisa diumpamakan, naskah Anda tidak membuat Editor yang membacanya menjadi mengantuk.

2. Anda terlalu biasa menyusun premis

Karena naskah Anda pasti tidak sempurna di awal, maka Editor biasanya memperhatikan keunikan dan kebagusan premis Anda. Lantas Apakah premis itu?.

Premis, dalam bahasa sederhana adalah ide dasar cerita, drama tiga babak yang biasa Anda susun dalam satu atau dua kalimat.

Bila premis Anda sudah menarik, Editor akan tertarik dan dengan senang hati bila diajak berdiskusi memperbaiki keseluruhan cerita.

3. Anda keliru menulis sinopsis

Bagian ini yang paling sering keliru. Sinopsis yang biasa diminta untuk disertakan dalam pengiriman naskah ke penerbit bukanlah blurb (ringkasan cerita) yang biasa kita baca di sampul belakang buku. Sinopsis dari jalannya cerita naskah Anda dari awal sampai akhir. Semua harus dikisahkan. Tidak jarang di akhir sinopsis masih sering ditemui kalimat mengundang, semisal "lantas bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka?".

Tidak. Itu tanda sinopsis yang buruk dan bisa langsung bikin Editor menambah kopi untuk gelas keduanya. Akhiri sinopsis Anda dengan akhir yang paling akhir. Harus benar-benar berakhir. Jadi, jangan sampai keliru menulis sinopsis.

4. Anda gegabah memberi judul

Judul itu bisa diibaratkan pakaian yang akan Anda kenakan ketika berjumpa orang lain. Dan sebagaimana pakaian, judul memberi impresi kuat pada perjumpaan pertama. Anda adalah yang paling tahu bagaimana, dan seperti apa isi cerita naskah Anda. Maka seharusnya Anda pula yang paling tahu betul judul mana yang paling pas. Pemilihan judul memang penting, tapi sebenarnya bisa dipelajari.

Jika Anda sedang menulis naskah aksi dengan latar kehidupan urban perkotaan, maka Editor akan langsung garuk-garuk kepala bila judul naskah Anda "Cintaku Sehijau Puncak Gunung" misalnya. Berilah judul yang paling pas dan sesuai dan menggambarkan keseluruhan isi naskah Anda.

5. Anda belum menekan tombol sent, atau alamat email redaksi penerbit keliru

Jangan tertawa. Ini benar-benar sering terjadi. Lupa menekan tombol "sent" atau mengetikkan alamat email redaksi penerbit yang keliru. Akibat dari kesalahan konyol ini tentu saja berupa sebuah komedi situasi yang tidak lucu. Untuk Anda tentunya.

Oleh karena itu, setelah semua selesai. Pastikan Anda mengetik alamat email redaksi penerbit dengan benar. Dan jangan lupa menekan sent. Dan jangan lupa, iringi keberangkatan naskah Anda dengan do'a agar Editor menyukai naskah Anda dan berkata : "Ayo kita terbitkan!".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Comments

Contact Us

Nama

Email*

Pesan*