Home Ads

Jumat, 04 Oktober 2019

Tips Menulis Cerpen Bagi Pemula

menulis cerpen, typing keyboard

Cerpen merupakan salah satu karya tulis berbentuk prosa yang sering dibaca hingga saat ini. Cerpen umumnya muncul sebagai bacaan di surat kabar, media daring, kumpulan cerpen, dan media lainnya. Cerpen mengangkat berbagai macam jenis kisah. Baik itu kisah nyata maupun kisah fiksi.

Siapapun bisa menulis cerpen yang dapat menarik dan menghibur pembaca. Bagi yang sudah mahir dalam tulis menulis cerpen, membuat cerpen tentu merupakan hal yang mudah. Namun, bagi para pemula yang ingin memulai menciptakan sebuah cerpen, memerlukan usaha tersendiri agar cerpen dapat menarik dan menghibur pembaca.

Cerpen memiliki ciri, unsur, dan perbedaan tersendiri dari novel atau karya tulis lainnya. Bagi Anda yang sedang memulai untuk menulis sebuah cerpen, ada baiknya mengetahui cara membuat cerpen yang baik dan benar.

Anda bisa membuat cerpen pribadi atau cerpen yang ditulis untuk diri sendiri, membagikannya di blog dan media sosial, atau Anda dapat mengirimnya ke media masa agar diterbitkan.

Pengertian Cerpen

Cerpen merupakan kependekan dari cerita pendek. Seperti namanya, karya tulis satu ini cenderung singkat isinya. Dibanding tulisan-tulisan lainnya yang lebih panjang seperti novel, cerpen cenderung lebih padat dan langsung pada tujuan.

Cerpen dibatasi panjang penulisannya. Sebuah definisi klasik dari cerpen adalah harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk. Sementara definisi lainnya menyebutkan panjang cerpen tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1000 kata. Ada pula yang menyebutkan panjang cerpen paling tidak mencapai 10.000 kata.

Cerpen pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi. Genre yang paling banyak diterbitkan adalah fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi horor, fiksi detektif, dan lain sebagainya.

Namun, Cerpen kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa lirik dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru.

Nah, bagi pemula yang akan mulai menulis cerpen, ada baiknya jika mulai mengetahui cara membuat cerpen agar nantinya cerpen dapat tersusun dengan baik.

Berikut cara membuat cerpen bagi pemula yang baik dan benar yang berhasil Admin rangkum dari berbagai sumber:

Memahami unsur-unsur cerpen

Sebelum mulai menulis cerpen Anda perlu memahami unsur-unsur utama dari cerpen. Cerpen memiliki dua unsur dalam penulisannya, unsur tersebut yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur ini tak boleh terlepas satu sama lain.

Unsur intrinsik merupakan unsur pembentuk cerpen itu sendiri. Unsur intrinsik sangat penting dalam sebuah cerpen karena menentukan pembentukan cerpen itu sendiri. Unsur intrinsik terdiri dari tema, alur, latar, perwatakan, tokoh, dan nilai.

Sementara unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada diluar penulisan cerpen namun memiliki pengaruh pada cerpen itu sendiri. Unsur ekstrinsik dapat berupa latar belakang penullis dan situasi atau kondisi saat cerpen tersebut ditulis.

Menentukan tema

Cara membuat cerpen selanjutnya adalah menentukan tema. Tema adalah ide pokok sebuah cerita. Tema merupakan sumber pada cerita yang akan  ditulis. Untuk menulis sebuah cerpen pastinya Anda harus memiliki ide atau tema khusus.

Bagi pemula, Anda dapat menentukan tema yang Anda sukai atau, sangat disarankan, tema yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya jika Anda adalah seorang pelajar, maka Anda dapat mengambil tema kehidupan pelajar.

Dengan tema-tema yang dekat dengan keseharian, Anda akan dengan mudah mengembangkan jalan cerita itu sendiri. Dengan tema utama ini Anda dapat menentukan jalan cerita yang akan dibuat dan apa yang akan terjadi di dalamnya.

Tentukan penokohan dan watak

Tokoh adalah orang-orang yang terlibat dalam cerita dan banyak mengambil peran dalam cerita tersebut. Tokoh dibagi menjadi 3 karakter yaitu:

Tokoh Protagonis: tokoh utama pada cerita

Tokoh Antagonis: tokoh penentang atau lawan dari tokoh utama

Tokoh Tritagonis: penengah dari tokoh utama dan tokoh lawan

Selain menentukan tokoh, deskiripskikan pula watak tokoh dalam sebuah penjelasan. Perwatakan ini dapat disampaikan melalui dialog, penjelasan narasi, atau penggambaran fisik tokoh tersebut.

Tentukan Alur cerita

Setelah mendapatkan tema yang tepat dan penokohan, cara membuat cerpen selanjutnya adalah menetukan alur cerita. Alur atau plot merupakan jalan cerita yang akan dikembangkan hingga menjadi sebuah cerpen. Alur berupa susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.

Alur dibagi menjadi 3 yaitu:


  • Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  • Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  • Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.


Dalam penulisannya alur juga meliputi beberapa tahap yaitu:


  • Pengantar: bagian cerita berupa gambaran, waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  • Penampilan masalah: bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita.
  • Klimaks: masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
  • Antiklimaks: masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  • Penyelesaian: masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.


Dalam tahap ini juga harus menentukan konflik yang ingin Anda bangun. Konfliklah yang akan membuat cerita menjadi hidup. Dari setiap konflik pasti ada sebuah penyelesaian, maka tentukan juga penyelesaian dari setiap konflik yang terjadi.

Mulailah Menulis

Setelah menentukan unsur-unsur utama cerpen, cara membuat cerpen selanjutnya adalah mulailah menulis cerpen. Kembangkan cerita dari tema yang telah Anda tentukan sebelumnya.

Tulis cerpen sesuai alur yang dipilih dan tahapan-tahapan yang sudah ada, masukkan pula unsur-unsur intrinsik cerpen seperti penokohan, watak, dan latar cerita.

Jangan lupa untuk memberi judul yang menarik. Upayakan membuat judul yang dapat memicu ketertarikan dan memantik keingintahuan pembaca untuk menyelesakan membaca cerpen Anda.

Gunakan gaya bahasa yang tepat agar pembaca mudah memahami cerita, tentukan juga sudut pandang tokoh Anda apakah menggunakan sudut pandang orang pertama, ketiga, atau campuran.

Meski Anda dapat menggunakan gaya bahasa sehari-hari alias bahasa gaul, tetapi Anda wajib tetap menuliskan cerpen sesuai dengan kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia yang benar.

Baca ulang dan koreksi kesalahan

Setelah selesai menulis cerpen, cara membuat cerpen yang terakhir adalah membaca ulang cerpen yang telah dibuat. Dengan begitu Anda akan mengetahui letak kesalahan yang ada. Baik itu kesalahan penulisan atau kesalahan-kesalahan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Comments

Contact Us

Nama

Email*

Pesan*